Posts Tagged hikmah

Pelajaran Dari Negeri Yang Hilang

Tegak rumah karena sendi, Runtuh sendi rumah binasa, Sendi bangsa ialah budi, Runtuh budi runtuhlah bangsa.

Pantun Melayu yang sudah berumur ratusan tahun lalu itu mengingatkan kita akan peran budi pekerti suatu bangsa. Bangkit dan runtuhnya suatu bangsa tercermin dari budi bangsa tersebut. Dalam Al Qur’an banyak dikisahkan bermacam bangsa yang pernah memegang peradaban dan mencapai puncak kejayaan, namun tidak bisa bertahan dan akhirnya runtuh. Lihatlah contoh bangsa A’ad, Tsamud, Romawi, Persia dan lain sebagainya. Bangsa-bangsa ini pernah berjaya, namun karena rusaknya moral individu dan bangsa, runtuh juga kejayaan bangsa-bangsa tersebut. Baca entri selengkapnya »

Iklan

, , , ,

Tinggalkan komentar

Berkah Membaca Bismillah

Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapi suaminya seorang yang fasik dan tidak mahu mengerjakan kewajipan agama dan tidak mahu berbuat kebaikan.

Perempuan itu sentiasa membaca Bismillah setiap kali hendak bercakap dan setiap kali dia hendak memulakan sesuatu sentiasa didahului dengan Bismillah. Suaminya tidak suka dengan sikap isterinya dan sentiasa memperolok-olokkan isterinya. Suaminya berkata sambil mengejak, “Asyik Bismillah, Bismillah. Sekejap-sekejap Bismillah.”

Isterinya tidak berkata apa-apa sebaliknya dia berdoa kepada Allah S.W.T. supaya memberikan hidayah kepada suaminya. Suatu hari suaminya berkata : “Suatu hari nanti akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu.” Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan komentar

Al-Balkhi dan Si Burung Pincang

Alkisah, hiduplah pada zaman dahulu seorang yang terkenal dengan kesalehannya, bernama al-Balkhi. Ia mempunyai sahabat karib yang bernama Ibrahim bin Adham yang terkenal sangat zuhud. Orang sering memanggil Ibrahim bin Adham dengan panggilan Abu Ishak.

Pada suatu hari, al-Balkhi berangkat ke negeri orang untuk berdagang. Sebelum berangkat, tidak ketinggalan ia berpamitan kepada sahabatnya itu. Namun belum lama al-Balkhi meninggalkan tempat itu, tiba-tiba ia datang lagi. Sahabatnya menjadi heran, mengapa ia pulang begitu cepat dari yang direncanakannya. Padahal negeri yang ditujunya sangat jauh lokasinya. Ibrahim bin Adham yang saat itu berada di masjid langsung bertanya kepada al-Balkhi, sahabatnya. “Wahai al-Balkhi sahabatku, mengapa engkau pulang begitu cepat?”

“Dalam perjalanan”, jawab al-Balkhi, “aku melihat suatu keanehan, sehingga aku memutuskan untuk segera membatalkan perjalanan”.

“Keanehan apa yang kamu maksud?” tanya Ibrahim bin Adham penasaran.
Baca entri selengkapnya »

, ,

Tinggalkan komentar